Provokator itu bernama “Impunity”

KEKERASAN di Indonesia dewasa ini sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Dari tawuran anak sekolah, tawuran antardesa, sampai pada perusakan, penjarahan, pembakaran, penghancuran, penganiayaan, dan pembunuhan. Dari kasus Situbondo, Banyuwangi, Tasikmalaya, Kalimantan Barat, Ketapang, sampai Ambon, Mataram, dan terakhir Yogyakarta, kekerasan massal merambah ke mana-mana. Ingin melampiaskan kebencian dan meluapkan kemarahan seakan-akan hanya kekerasan yang menjadi jalan keluar. Ada yang lebih serius dan lebih terencana dalam menggunakan kekerasan, yang mempunyai proyek skala besar, yaitu untuk menggoyang penguasa. Untuk melakukan kekerasan itu biasanya banyak orang dilibatkan. Entah dengan bujukan, agitasi, menyebarkan fitnah, isu, atau dengan bayaran. Dan, yang paling mujarab adalah dengan menggunakan isu agama. Apakah sekedar hanya merusak harta milik, menjarah, membakar rumah, menyakiti pemiliknya, menganiaya atau mau membunuhnya. Cara yang sama bisa digunakan untuk menghancurkan kelompok yang dibenci. Di negara Indonesia ini, tidak perlu takut dihukum meskipun melakukan kejahatan, asal melakukannya beramai-ramai. Hukuman dan kutukan akan ditimpakan kepada “provokator”, “aktor intelektual”, atau “dalang”, yang semua itu seperti angin, tidak ada wujudnya tetapi dirasakan gerak dan akibat-akibatnya. Kalau ditangkap, katakan saja hanya ikut-ikutan, atau merengeklah bahwa bila tidak ikut serta diancam. Jangan takut ikut menjarah. Kalau ditanya orang, bilang karena kelaparan, atau kalau ditangkap, bilang kepada polisi karena menderita dan miskin. Maka akan dibebaskan. Hari berikutnya bacalah koran, tabloid, atau majalah, tindakan itu akan mendapat pembenaran dan dukungan moril dari kaum intelektual dan akademisi. Mereka ini akan mengatakan bahwa para penjarah dan pelaku huru-hara adalah korban sistem politik dan ekonomi yang tidak adil serta korup. Karena yang keliru adalah sistem, maka para pelakunya tidak bisa dituntut untuk bertanggung jawab, “impunity”. Biasanya kesimpulan para pakar sudah bisa diduga sebelumnya yaitu bahwa kekerasan, penjaharan, dan kerusuhan itu adalah akibat dari kesenjangan ekonomi. Oleh karena itu, latar belakang dan motivasi mereka melakukan kekerasan harus dimaklumi, karena dipaksa oleh situasi. Dan, situasi ini, kesenjangan ekonomi, adalah hasil dari kebijakan penguasa. Selama penguasa belum bisa mengatasi kesenjangan ekonomi, tidak adil bila menghukum para pelaku kekerasan tersebut. Logikanya, kalau mereka dihukum, penguasa juga harus dihukum, karena penguasalah yang menciptakan situasi pendorong kekerasan. Jadi jalan keluar yang paling rasional adalah mereka tidak dihukum, impunity. *** MENGAPA kesenjangan ekonomi bisa mendorong orang melakukan kekerasan? Menjelaskan kekerasan dari sudut pandang ekonomi diandaikan menguasai ilmu yang bersangkutan. Padahal mereka yang menguasai ilmu itu pun, para pakar ekonomi, reputasinya sedang dipertanyakan karena krisis ekonomi yang berkepanjangan. Maka jalan pintas yang terbaik untuk menjelaskan kekerasan, bila masih menghendaki dikaitkan dengan ekonomi, adalah dengan mengamati pelaku ekonomi. Kata orang pelaku ekonomi di Indonesia adalah orang-orang yang sangat taat beragama, meskipun “sedikit agak” korup. Maka variabel agama menjadi cukup signifikan dalam menjelaskan fenomen kekerasan masal. Apalagi banyak kekerasan massal di Indonesia yang mengatasnamakan agama. Gagasan yang menarik berkaitan dengan kekerasan dan agama harus bisa menyenangkan kebanyakan pendengar. Maka gagasan itu harus memihak massa yang mengamuk, menjarah, melukai, membunuh, dan merusak tempat-tempat peribadatan. Lalu, di mana letak moralitas dan integritas intelektualnya? Ya, katakan bahwa mereka mengamuk, menjarah, membunuh, merusak tempat-tempat ibadat itu karena perlakuan tidak adil dan akumulasi ketidakpuasan: perlakuan tidak adil adalah yang membuat mereka sekarang miskin; sedangkan ketidakpuasan terhadap birokrasi dan aparat karena tidak menindak mereka yang menyalahgunakan tempat tinggal atau bangunan tertentu untuk beribadat. Bangunan dibumihanguskan, penghuni diserang dan dianiaya, bahkan dibunuh karena menutupi proselytisme (menyebarkan agama) dengan kedok kegiatan sosial. Tempat ibadat tanpa izin bangunan itu meresahkan warga sekitar. Jadi karena asas legalitas dilanggar, untuk mengatasinya harus melanggar hukum dengan lebih dahsyat lagi, yaitu dengan kekerasan dan pengerahan massa. Dengan pengerahan massa, legitimasi diperoleh, karena massa itu sama dengan “rakyat banyak”, prinsip demokrasi. Kalau tempat ibadat yang dirusak itu mempunyai izin bangunan? Ya, itu ekses kebrutalan massa karena akumulasi ketidakpuasan itu tadi. Mereka tidak bersalah karena digerakkan oleh provokator. Kita ‘kan tahu psikologi massa: kalau orang berkumpul itu mudah diprovokasi, tidak bisa lagi membedakan mana yang sesuai dengan hukum dan kejahatan, ma na yang moral dan yang bejat, membunuh manusia dan binatang sama saja. Apalagi, kalau dikompori dengan dalih agama. Selain mendapat dukungan dari sesama penganutnya, agama memberikan landasan ideologis dan pembenaran simbolis. Kedua hal ini bukan hanya berfungsi memberi alibi tanggung jawab pribadi, tetapi semakin meneguhkan tekad, mempertajam permusuhan, dan memistiskan motif pertentangan menjadi perjuangan membela iman dan kebenaran. Singkat kata, demi Tuhan sendiri. Dengan memistiskan motif tersebut, konflik berubah menjadi perjuangan yang menyangkut keberadaan manusia sebagai “khalifah Tuhan”, lalu menjadi lebih irasional. Setiap kompromi akan dianggap sebagai kelemahan atau bahkan pengkhianatan. Irasionalitas itu tercermin dalam dua hal: pertama, mereka mencampuradukan kepentingan pribadi, kelompok dengan kehendak Tuhan; kedua, mereka merasa berada di atas hukum yang berlaku. Pembunuhan pun bisa menjadi sesuatu yang impersonal. Karena demi Tuhan, mereka tidak merasa membunuh seorang pribadi manusia. Dan, mereka lepas dari jerat hukum. Karena aparat takut, tidak cukup bukti, tekanan massa, atau hukum tidak lagi mem-back-up aparat. Pendek kata, pelaku kerusuhan, penjarahan, pembunuhan, yang adalah penjahat, tetap bisa bebas berkeliaran karena “impunity”. LALU bagaimana nasib korban? Ah… jangan terlalu dirisaukan. Dengan memihak kepada yang lebih banyak tentu akan aman dan populer. Kalau digugat obyektivitas analisa dan integritas moralnya sebagai intelektual, buatlah pernyataan kecil yang isinya menyesalkan kejadian yang menyedihkan itu. Tidak perlu sampai mengutuk pelaku-pelakunya, apalagi menuntut tindakan yang tegas. Korban takut bersuara dan mudah diintimidasi. Mereka khawatir akan terjadi viktimisasi kedua. Mereka menyadari bahwa upaya mereka untuk menggugat akan sia-sia. Mereka menjadi “kambing hitam” ideal, karena posisi marginal mereka tidak memungkinkan untuk bisa membela diri. Apalagi ada alasan lebih mendasar: yang mengatasnamakan mayoritas sangat membenci korban. Kebencian mengubah asas praduga tak bersalah menjadi tertuduh yang harus dihabisi. Dalam pengkambinghitaman, terjadi perubahan dari “yang potensial” sebagai tersangka menjadi sudah aktual tertuduh. Korban akan takut, mereka akan dilupakan. Kalau diungkit terus, peristiwa itu akan ditutup dengan kekerasan lain yang lebih dahsyat sehingga orang melupakannya. Lupakanlah pemihakan kepada korban, karena hanya akan mempersulit anda. Ikutilah arus utama: hukum memihak kepada yang kuat, memihak kepada yang banyak. Pernyataan Thracymachus ketika berdebat dengan Sokrates lebih dari 20 abad lalu ternyata masih relevan: “Keadilan adalah yang menguntungkan bagi yang kuat”. Lalu kapan hukum akan memihak kepada korban dan kepada yang lemah? Sebetulnya sekarang ini saatnya untuk menegakkan supremasi hukum. Namun, kita cenderung terpancing untuk mencari provokator yang tak pernah diketahui identitasnya. Provokator yang sebenarnya adalah “impunity” itu sendiri. Menangkap provokator berarti menghentikan situasi “impunity” ini. Hukum harus ditegakkan: semua pelaku kerusuhan betapa pun kecil perannya harus diseret ke pengadilan. Aparat harus tegas. Takut akan sanksi pelanggaran HAM jangan dijadikan dalih untuk tidak menindak pelaku. Pemihakan kepada korban, siapa pun mereka, adalah langkah pertama untuk memberantas “impunity”. Dari sinilah akan tumbuh kewibawaan hukum dan aparat penegak hukum. Impunity adalah kata yang lebih ringkas daripada istilah “tanpa ada risiko dihukum”. Karena “impunity” itu kekerasan menjadi sesuatu yang biasa. Karena “impunity” itu sampai sekarang provokator dan “dalang” kerusuhan-kerusuhan belum ada yang ditangkap. Sedangkan akibatnya seperti saling curiga, retaknya kerukunan antar-umat beragama dan antarsuku, tiadanya rasa aman, ketakutan kelompok minoritas, keengganan investor, terganggunya roda ekonomi, dan kecenderungan separatisme dirasakan di sudut-sudut Indonesia.

(* Dr Haryatmoko, pengajar filsafat di Pasca-Sarjana UI, Universitas Sanatha Dharma, dan IAIN Sunan Kali Jaga, Yogyakarta).

Mengatasi susah buang air besar

Susah buang air besar atau lebih dikenal dengan nama sembelit merupakan problem yang mungkin pernah dialami oleh anda sendiri. Banyak yang menganggap sembelit hanya gangguan kecil yang dapat hilang sendiri atau hanya karena kurang serat, tetapi tahukah anda bahwa sembelit dapat merupakan tanda adanya “ hal yang tidak beres “ pada saluran cerna anda dan dapat mengancam nyawa bila tidak diobati dengan baik?

Sembelit atau konstipasi dapat diartikan sebagai gangguan pada pergerakan saluran cerna bawah sehingga menimbulkan kesulitan dalam buang air besar atau frekuensi buang air besar yang berkurang. Frekuensi buang air besar pada tiap individu sangat bervariasi dan individual sehingga sembelit hanya dapat dinilai oleh si penderita berdasarkan frekuensi buang air besar biasanya. Gejala Sembelit ini timbul pada ± 1-2 % dari populasi umumnya.

Seringkali sembelit dapat sembuh sendiri atau hanya karena perubahan jenis makanan yang dimakan, tetapi sembelit juga dapat merupakan bagian dari penyakit atau kelainan yang timbul pada saluran cerna bawah.
Sebelum kita membahas sembelit, tentu kita harus mengetahui lebih dahulu pergerakan saluran cerna bawah yang normal. Yang disebut saluran cerna bawah terdiri dari usus halus bagian bawah ( jejunum dan ileum ), usus besar, dan dubur, sehingga bila ada gangguan pada salah satu bagian di atas maka gejala sembelit dapat muncul. Pengaturan pergerakan saluran cerna bawah sebagian besar diatur oleh system saraf di luar control sadar manusia kecuali bagian dubur yang dapat diatur secara sadar. Bila sisa makanan yang telah dicerna masuk ke dalam jejunum dan ileum maka akan merangsang system saraf usus untuk menggerakkan usus secara simultan dan teratur mendorong sisa makanan ke usus besar. Setelah sisa makanan sampai ke usus besar maka akan terjadi penyerapan air dan elekrolit dari sisa makanan, kemudian produk sisa tersebut akan disimpan sementara di usus besar dan ketika sudah penuh maka produk sisa dibawa ke rectum. Produk sisa pada rectum inilah yang akan merangsang sensasi ingin buang air besar, tetapi karena dubur diatur secara sadar oleh anda maka anda dapat menahan keinginan buang air besar untuk sementara hingga sampai ke toilet.

Karena frekuensi buang air besar tiap individu berbeda, maka anda mengalami sembelit bila frekuensi buang air besar lebih lama dari biasanya, kemudian biasanya disertai dengan gejala kembung dan sakit perut pada bagian bawah, dan bila sembelit telah berlangsung lama dan tidak diobati dengan benar maka dapat timbul gejala sakit kepala, nafsu makan menurun, rasa tidak nyaman pada perut dan dapat mempengaruhi gaya hidup dan keseharian anda.
Sembelit sendiri sebenarnya merupakan salah satu gejala yang timbul bila ada gangguan pada saluran cerna bawah. gangguan ini dapat muncul secara primer yang berarti karena memang ada penyakit atau kelainan pada saluran cerna bawah atau secara sekunder karena kebiasaan yang salah dan stress atau adanya penyakit sistemik yang diderita.

Penyakit atau kelainan pada saluran cerna bagian bawah antara lain :
1. Sumbatan pada usus akibat fungsi saraf yang terganggu. Gejala yang muncul adalah sembelit disertai nyeri perut yang hebat, kembung, mual dan muntah, dapat juga disertai gambaran pergerakan usus pada permukaan perut dan mungkin teraba adanya massa pada perut. Keadaan ini dapat muncul tiba-tiba atau perlahan-lahan tergantung dari parahnya sumbatan. Keadaan ini merupakan keadaan yang berbahaya dan sebaiknya anda segera ke rumah sakit.

2. Diverticulitis yang terjadi akibat lemahnya dinding usus, sehingga pada kontraksi yang kuat, terjadi pemutaran usus sehingga usus terlipat dan tersumbat, akibatnya gerakan usus bawah terhenti. Selain sembelit, gejala lain yang muncul adalah nyeri pada perut kiri bawah dan teraba adanya massa pada area tersebut, mual, buang gas, dan demam ringan. Sembelit akibat diverticulitis ini biasanya sifatnya akut / tiba-tiba dan merupakan keadaan yang dapat mengancam nyawa, sehingga sebaiknya anda segera ke rumah sakit terdekat.

3. Iskemia arteri mesenteric yang memperdarahi usus, sembelit muncul secara tiba-tiba dengan kegagalan untuk buang gas dan mengeluarkan tinja, nyeri perut yang hebat, muntah dan tidak ada nafsu makan. Keadaan ini merupakan keadaan yang mengancam nyawa sehingga anda harus segera ke rumah sakit terdekat.

4. Syndrome usus iritabel dimana ditandai dengan perubahan kebiasaan buang air besar yang berhubungan dengan nyeri pada perut. Penyebab sindroma ini hingga kini tidak diketahui.

5. Colitis ulcerative atau radang disertai ulkus pada usus tetapi dibanding sembelit gejala yag lebih sering muncul adalah diare.

6. Hemorrhoids atau ambein, sembelit terjadi karena menghindari nyeri yang muncul bila buang air besar. Selain sembelit dapat terlihat darah menetes setelah selesai buang air besar.

7. Fissure anal atau luka pada lubang dubur. Sembelit terjadi juga akibat menghindari nyeri yang muncul bila buang air besar. Selain sembelit, dapat terlihat darah yang menetes dari dubur ketika buang air besar.

8. Penyakit hirschprung yaitu penyakit bawaan berupa ukuran usus yang sangat besar sehingga daya tampung lebih besar, akibatnya frekuensi buang air besar menurun.

9. Bila sembelit muncul pada orang tua ( > 45 tahun ) maka dapat dicurigai sebagai tanda awal kanker usus besar.

10. Idiopatik / tidak diketahui
Penyakit sistemik yang dapat mempengaruhi pergerakan saluran cerna bawah sehingga menimbulkan sembelit antara lain:
1. Diabetes mellitus yang menyebabkan kerusakan pada saraf sehingga menimbulkan sembelit dan gejala lain seperti sulit menelan, hipotensi orthostatic, pingsan, nyeri akibat kandung kemih yang penuh, dan pada pria disertai impotensi dan ejakulasi retrogard.
2. Multiple sclerosis adalah penyakit yang menyerang saraf secara keseluruhan sehingga salah satu manifestasi kliniknya adalah sembelit selain gejala gangguan saraf lainnya.
3. Hypothyroidism yaitu kurangnya hormone tiroid pada tubuh. Sembelit muncul pada awal penyakit disertai kurang tahan terhadap dingin, berat badan meningkat, dan gejala-gejala lainnya yang terkait hipotriodisme.

Kebiasaan yang salah atau stress antara lain :
1. Kebiasaan menahan keinginan buang air besar, akibatnya terjadi gangguan dalam pergerakan saluran cerna bawah.
2. Makanan yang kurang serat
3. Asupan cairan yang kurang ( normalnya minimal 1,5 liter per hari )
4. Cemas yang kronik sehingga mempengaruhi kerja otot secara keseluruhan dan menurunkan pergerakan daripada usus.
5. Stress emosional yang tiba-tiba dan hebat.
6. Kurangnya latihan fisik / olahraga.
7. Sering mengkonsumsi obat-obatan seperti :
- Obat maag yang mengandung aluminium atau kalsium
- Antikolinergik atau obat yang mengandung efek antikolinergik seperti anti depressant
- Obat anti nyeri ( analgesic )
8. Penggunaan berlebihan dari obat pencahar
9. Penggunaan narkoba terutama jenis morfin dan turunannya.
10. Efek samping dari terapi radiasi atau operasi pada daerah rectum-anus yang mengenai saraf.

Diantara semua penyebab yang ada maka kebiasaan hidup yang salah atau stresslah yang paling sering menimbulkan sembelit tanpa mengurangi kemungkinan akibat penyakit pada saluran cerna bawah dan penyakit sistemik.
Bila penyebab sembelit adalah penyakit pada saluran cerna atau penyakit sistemik maka pengobatan disesuaikan dengan penyakit yang mendasarinya. Pada dasarnya langkah pertama adalah pemberian makanan tinggi serat yang berguna untuk melembutkan kotoran dan menjaga konsistensinya untuk tetap kenyal, obat anti nyeri, dan obat pencahar yang disesuaikan dengan penyebab sembelit yaitu:
- Pencahar rangsang yaitu obat yang merangsang keinginan untuk buang air besar. Biasanya obat yang beredar di pasaran merupakan jenis ini.
- Pencahar garam dan pencahar osmotic yaitu obat yang menarik air dari lumen usus sehingga konsistensi tinja menjadi lebih lunak dan akibat daya tarik air tersebut, pergerakan usus menjadi lebih aktif. Contohnya adalah laktulosa
- Pencahar pembentuk massa yang bekerja dengan cara yang sama dengan pencahar garam, hanya saja obat bekerja di usus besar. Contoh yang dikenal masyarakat adalah agar-agar.
- Pencahar emolien yaitu obat yang melunakkan tinja tanpa merangsang pergerakan usus

Sedangkan langkah berikutnya adalah terapi terhadap penyakit dasarnya.
Bila penyebab sembelit adalah kebiasaan yang salah maka terapi yang tepat adalah mengurangi hingga menghilangkan kebiasaan yang salah tersebut disertai penggunaan obat pencahar untuk mengeluarkan tinja yang ada. Bila penyebab sembelit adalah stress emosional maka sebaiknya anda menemui psikiater untuk konsultasi lebih lanjut.
Setelah sembelit teratasi maka anda tentu perlu melakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak terulang lagi, langkah-langkah sederhana yang dapat diambil antara lain:
1. Melatih kebiasaan untuk buang air besar secara teratur. Yang paling baik adalah satu kali sehari terutama pada pagi hari. Keinginan buang air besar dapat dipicu dengan meminum segelas air putih pada pagi hari segera setelah bangun tidur. Hal ini akan menimbulkan rangsangan pergerakan usus halus dan usus besar sehingga kotoran didorong ke rectum dan akhirnya timbul keinginan buang air besar.
2. Minum air putih minimal 1,5 liter sehari
3. Makan makanan yang berserat tinggi seperti sayur-sayuran, gandum, buah-buahan, agar-agar, dll.
4. Olahraga yang teratur misalnya jalan-jalan pagi.
5. Istirahat yang cukup minimal 4 jam sehari
6. Sarana yang dapat merilekskan anda dari tekanan aktivitas sehari-hari
7. Penggunaan suplemen serat dapat dilakukan setelah anda memiliki pola buang air besar yang teratur
8. Bila penyebab sembelit adalah penyakit sistemik maka menjaga kestabilan kesehatan sesuai anjuran dokter anda adalah pencegahan yang baik.

Mengatasi Sariawan

Sariawan atau stomatitis adalah radang yang terjadi pada mukosa mulut, biasanya berupa bercak putih kekuningan. Bercak itu dapat berupa bercak tunggal maupun berkelompok. Sariawan dapat menyerang selaput lendir pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi, serta langit-langit dalam rongga mulut. Meskipun tidak tergolong berbahaya, namun sariawan sangat mengganggu.

Sariawan dapat disebabkan oleh kondisi mulut itu sendiri, seperti kebersihan mulut yang buruk, pemasangan gigi palsu, luka pada mulut karena makanan atau minuman yang terlalu panas, dan kondisi tubuh, seperti adanya alergi atau infeksi.

Sariawan identik dengan kekurangan vitamin C. Kekurangan vitamin itu memang mengakibatkan jaringan di dalam rongga mulut dan jaringan penghubung antara gusi dan gigi mudah robek yang akhirnya menyebabkan sariawan. Namun, kondisi tersebut dapat diatasi jika kita sering mengonsumsi buah dan sayuran.

Sariawan umumnya ditandai dengan rasa nyeri seperti terbakar yang terkadang menyebabkan penderita sulit untuk menelan makanan, dan bila sudah parah dapat menyebabkan demam. Gangguan sariawan dapat menyerang siapa saja, termasuk bayi yang masih berusia 6-24 bulan.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologis (seperti emosi dan stres) juga merupakan faktor penyebab terjadinya sariawan. Kondisi lainnya yang diduga memicu sariawan yaitu kekurangan vitamin B, vitamin C, serta zat besi; luka tergigit pada bibir atau lidah akibat susunan gigi yang tidak teratur; luka karena menyikat gigi terlalu keras atau bulu sikat gigi yang sudah mengembang; alergi terhadap suatu makanan (seperti cabai dan nanas); gangguan hormonal (seperti sebelum atau sesudah menstruasi); menurunnya kekebalan tubuh (setelah sakit atau stres yang berkepanjangan); dan adanya infeksi oleh mikroorganisme.

Sariawan dapat diredakan dengan menggunakan beberapa jenis obat, baik dalam bentuk salep (yang mengandung?antibiotika dan penghilang rasa sakit), obat tetes, maupun obat kumur. Saat ini, sudah banyak tersedia pasta gigi yang dapat mengurangi terjadinya sariawan. Jika sariawan sudah terlanjur parah, dapat digunakan antibiotika dan obat penurun panas (bila disertai dengan demam). Sariawan umumnya akan sembuh dalam waktu 4 hari. Namun, bila sariawan tidak kunjung sembuh, segera periksakan ke dokter, karena hal itu dapat menjadi gejala awal adanya kanker mulut.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya sariawan, antara lain yaitu menghindari kondisi stres; sering mengonsumsi buah dan sayuran, terutama yang mengandung vitamin B, vitamin C, dan zat besi; menjaga kesehatan atau kebersihan gigi dan mulut; serta menghindari makanan dan obat-obatan yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada rongga mulut.

kulit halus tanpa jerawat

KULIT halus seperti bayi adalah merupakan dambaan setiap orang. Namun, memiliki kulit sehalus itu jelas memerlukan perawatan lebih. Tidak mungkin hanya dengan mencuci muka.

Kulit Anda adalah bagian yang terbesar dari bagian tubuh Anda lainnya. Kulit pulalah yang akan terlihat pertama kali dikarenakan letaknya yang berada di seluruh permukaan wajah dan tubuh. Sementara kini kondisi lingkungan dan cuaca yang semakin tidak menentu membuat kulit sebagai salah satu yang terkena dampak paling besar.

Polusi adalah sesuatu yang sering Anda rasakan apabila Anda tinggal di kota besar seperti misalnya Jakarta. Polusi dapat terjadi di udara, di tanah maupun di air. Polusi di udaralah yang paling memberi efek pada kulit Anda. Asap kendaraan bermotor, asap rokok, sinar matahari langsung merupakan beberapa “musuh” utama kulit yang harus dihindari.

Namun, jangan khawatir karena kini produk kecantikan sudah banyak yang memberikan perawatan antiaging yang tidak kalah dengan perawatan salon atau dokter.Sebenarnya perawatan peremajaan kulit dapat dimulai dari umur dua puluhan.

Bagian-bagian wajah yang perlu ekstra diperhatikan adalah di mana letaknya garis ekspresi, seperti di jidat, sekitar bibir, serta sekitar mata. Karena di situlah banyak terletak garis-garis halus yang akan terlihat saat kita tersenyum, sedih atau marah. Untuk usia 20 tahun ke atas, kulit cenderung berminyak, pori-pori melebar, kulit mengkilap, dan timbul jerawat.

Selain itu, rangkaian perawatan untuk usia dua puluhan ini efektif untuk menjaga kesegaran dan keseimbangan kulit berminyak. Kosmetik yang masuk pada rangkaian ini di antaranya purifying gel atau gel pembersih yang lebih mudah meresap dan mengatasi kelebihan minyak. Clarifying soap atau sabun untuk membersihkan jerawat.

Balancing soap yaitu sabun wajah untuk membersihkan kelebihan minyak sekaligus membuat kelembapannya tetap terjaga. Purifying astringent yaitu penyegar wajah yang efektif meringkaskan pori kulit yang berminyak. Clarifying lotion yang dipakai pada daerah jerawat untuk mencegah dan mengatasi jerawat tanpa iritasi.

Hydro gel moisturiser yaitu pelembap berbentuk gel yang bebas minyak, tidak lengket, dan mudah meresap. Nourishing gel night treatment untuk menjaga keseimbangan sekresi kelenjar minyak. Scrub gel untuk mengangkat kulit mati dan oil control mask, masker yang menjaga keseimbangan produksi minyak di wajah.

Untuk perawatan kulit umur 30 tahun ke atas, Biokos memiliki jenis rangkaian lain yang lebih tepat yaitu rangkaian Vital Nutrition untuk jenis kulit normal.

Garis ekspresi wajah jadi semakin terlihat pada usia tiga puluhan. Karena itu, membutuhkan nutrisi untuk menjaga elastisitas dan regenerasi sel.

persediaan obat di rumah bagi si kecil

aku slalu siapin obat2 sbb dirumah :

1. Tempra => obat penurun panas ( Proris lebih cepet nurunin panas)

2. Illiadin => obat tetes hidung kl pas pilek idung tersumbat

3. Trombopop => obat buat kl anak kejedot / jatuh

4. Triaminic => buat pilek

5. Pulmicort dan Combivent => obat inhalasi buat nebulizer (alat uap) jika pilek

6. Salep Elocon Krim => buat bintik2 merah kl biang kringat / iritasi ringan

7. Transpulmin dan balsem telon tresnojoyo => balsem bayi, dioleskan kl pilek

8. Salep Bepanthen => salep buat ruam popok

9. – zambuk or copal untuk digigit nyamuk…

10. woodwards gripe water, buat anak yang lagi sakit perut karena kembung dan yang  lagi kesakitan tumbuh gigi

11. proris penurun panas : secara cpt bgt menurunkan panasnya.

 

 

Obat Flu

Penyakit Influenza atau lebih dikenal di masyarakat sebagai flu merupakan penyakit yang sering dijumpai di masyarakat. Istilah flu sendiri seringkali juga dipakai sebagai istilah yang lazim digunakan untuk beberapa kondisi (yang serupa tapi tak sama) seperti rinitis alergi, selesma dan influenza. Ketiga-tiganya mempunyai gejala yang nampak hampir sama, yaitu gangguan pada selaput lendir hidung, sehingga hidung menjadi mampat, penderita bersin-bersin, atau mungkin pilek batuk. Akibat yang disebabkan oleh penyakit ini dirasakan sebagai gangguan yang dapat menghambat aktifitas sehari-hari. DAYA tahan tubuh seseorang akan sangat berpengaruh terhadap berat ringannya penyakit tersebut. Daya tahan tubuh dipengaruhi oleh pola hidup seseorang. Flu sendiri merupakan suatu penyakit yang self-limiting, dimana bila tidak terjadi komplikasi dengan penyakit lain, maka setelah 4-7 hari penyakit akan sembuh sendiri. Karena itu tindakan yang dianjurkan untuk meringankan gejala flu tanpa pengobatan meliputi antara lain :

Beristirahat 2-3 hari, mengurangi kegiatan fisik berlebihan

Meningkatkan gizi makanan. Makanan dengan kalori dan protein yang tinggi akan menambah daya tahan tahan tubuh. Makan buah-buahan segar yang banyak mengandung vitamin
Banyak minum air, teh, sari buah akan mengurangi rasa kering di tenggorokan, mengencerkan dahak dan membantu menurunkan demam
Sering-sering berkumur dengan air garam untuk mengurangi rasa nyeri di tenggorokan

Penyakit flu disebabkan oleh virus, oleh karena itu penanganan yang tidak tepat, selain tidak memberikan hasil optimal, juga akan meningkatkan biaya pengobatan. Sebagai contoh adalah seringnya penggunaan antibiotik untuk mengatasi penyakit ini oleh masyarakat. Penggunaan antibiotik tidak tepat karena antibiotik diindikasikan untuk insfeksi karena kuman. Disamping itu, penggunaan antibiotik yang tidak tepat akan menimbulkan dampak negatif lain berupa timbulnya resistensi terhadap kuman-kuman tertentu. Apabila diperlukan antibiotik, harus didasarkan diagnosa dokter sesuai infeksi yang menyertainya.
Jenis Obat Flu

Obat flu pada umumnya adalah obat tanpa resep dokter yang dapat diperoleh di apotek-apotek dan toko obat berizin. Obat flu umumnya merupakan kombinasi dari beberapa zat aktif, seperti kombinasi-kombinasi dari :

Analgesik/antipiretik + nasal dekongestan
Analgesik/antipretik + nasal dekongestan + antihistamin
Analgesik/antipiretik + nasal dekongestan + antihistamin + antitusif/ekspektoran

Berikut adalah zat aktif yang umumnya terdapat sebagai komponen obat flu :

1. Analgesik dan antipiretik

Secara umum obat golongan ini mempunyai cara kerja obat yang dapat meringankan rasa sakit dan menurunkan demam. Zat aktif yang memiliki khasiat analgesik sekaligus antipiretik yang lazim digunakan dalam obat flu adalah : parasetamol.

2. Antihistamin

Antihistamin adalah suatu kelompok obat yang dapat berkompetisi melawan histamin, yaitu salah satu mediator dalam tubuh yang dilepas pada saat terjadi reaksi alergi. Zat aktif yang termasuk golongan ini antara lain klorfeniramin maleat, deksklorfeniramin maleat.

3. Dekongestan hidung

Dekongestan hidung adalah obat yang mempunyai efek mengurangi hidung tersumbat. Obat-obat yang dapat digolongkan sebagai dekongestan hidung antara lain : fenilpropanolamin; fenilefrin, pseudoefedrin dan efedrin.

4. Ekspektoran dan Mukolitik

Ekspektoran dan mukolitik digunakan untuk batuk berdahak, dimaksudkan untuk mempermudah pengeluaran dahak. Zat aktif yang termasuk ke dalam kelompok ini antara lain gliseril guaiakolat, ammonium klorida, bromheksin.

5. Antitusif

Antitusif yaitu obat yang bekerja pada susunan saraf pusat menekan pusat batuk dan menaikkan ambang rangsang batuk. Zat aktif yang termasuk antitusif antara lain dekstrometorfan HBr dan difenhidramin HCl (dalam dosis tertentu).

Pemilihan obat flu

Kepada masyarakat perlu diingatkan bahwa obat flu hanya meringankan gejala saja dan tidak untuk mengatasi virus penyebab oleh karenanya penggunaan obat flu tidak ditujukan untuk jangka lama, dan jika gejala flu tidak berkurang atau semakin berat setelah minum obat flu selama 3 hari perlu segera berkonsultasi dengan dokter atau unit pelayanan kesehatan.

Saat ini cukup banyak pilihan obat flu yang beredar, baik dari macam obat serta bentuk sediaan. Macam obat ditentukan oleh macam komposisi kombinasi yang diproduksi oleh produsen, sedangkan bentuk sediaan obat flu yang beredar dapat berbentuk tablet / kaplet atau cairan.

Obat flu dapat diperoleh tanpa resep dokter, karena merupakan golongan obat bebas. Untuk itu dalam pemilihan obat flu, diharapkan masyarakat berhati-hati, dan harus didasarkan pada gejala-gejala flu yang terjadi. Masyarakat perlu memperhatikan komposisi obat flu yang diminum agar komponen obat sesuai dengan gejala flu yang dialami, disamping karena umumnya obat flu dengan berbagai merek mengandung komposisi yang sama.

Sebagaimana obat yang lain, penggunaan obat flu dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan jika digunakan tanpa memperhatikan klim-klim yang tercantum pada kemasan wadah ataupun brosur termasuk klim-klim yang tercantum dalam kotak peringatan (box warning) dalam kemasan obat.

Masyarakat perlu mengenali efek obat yang tidak diinginkan atau efek samping obat yang mungkin dapat dapat terjadi. Efek samping obat merupakan setiap respons obat yang merugikan dan tidak diharapkan yang terjadi pada manusia karena penggunaan obat dengan dosis atau takaran normal.

Penanganan yang tepat dan rasional terhadap penyakit, termasuk flu akan meminimalkan risiko terjadinya komplikasi penyakit serta biaya pengobatan. Saat ini upaya pengobatan sendiri (self medication) di masyarakat meningkat, dan hal tersebut harus disertai pemahaman yang benar mengenai sifat-sifat obat yang digunakan, utamanya obat-obat tanpa resep dokter. Membedakan Gejala Flu dengan Gejala-Gejala lain yang serius yang Harus Diwaspadai Pada Anak Balita.

Jika anak anda menunjukkan gejala-gejala batuk-pilek, perhatikan apakah hal itu disebabkan oleh flu atau terdapat gejala-gejala lain sebagaimana berikut :

Batuk disertai napas cepat (usia 1 hingga kurang dari 5 tahun : 40 kali/menit atau lebih.)
Batuk disertai napas yang sesak atau adanya bunyi/suara saat menarik atau mengeluarkan napas
Batuk terus-menerus sampai muntah dan wajah anak kebiruan
Demam tinggi (39oC atau lebih)
Tidak mau makan karena sakit waktu menelan
Telinga sakit atau keluar cairan
Mata merah dan mata berair
Anak lesu dan atau sukar makan
Bintik-bintik merah pada kulit
Keadaan penyakit yang terjadi bertambah buruk

Jika ditemukan gejala-gejala tersebut, utamanya pada anak, segera dibawa ke dokter atau unit pelayanan kesehatan.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Anda Mengalami Batuk Pilek ?

Saat batuk pilek, posisi anak pada waktu tidur atau berbaring agar diletakkan yang nyaman, untuk menghindari berkumpulnya lendir di tenggorokan yang membuat anak menjadi batuk dan merupakan upaya untuk mengeluarkan lendir agar tidak masuk ke paru-paru. Pada keadaan ini sebaiknya anak didudukkan sebentar dan di beri minum. Tetapi jika anak masih tertidur sebaiknya jangan diganggu atau dibangunkan.
Jika disertai demam berilah segera obat penurun demam dan hindari pakaian tebal serta jangan diolesi dengan obat gosok
TIPS

Cara Penyimpanan Obat yang Benar

Jauhkan dari jangkauan anak-anak
Simpan obat di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung
Jangan menyimpan kapsul atau tablet ditempat panas dan atau lembab karena dapat menyebabkan obat tersebut rusak
Hindarkan agar obat dalam bentuk cair tidak menjadi beku
Jangan tinggalkan obat di dalam mobil, terutama dalam jangka waktu lama karena perubahan suhu dapat merusak obat
Obat yang telah kadaluarsa segera dibuang

[Dari berbagai sumber]

Kebersamaan VS Kesendirian

(kenangan ini terpaksa ku tulis kembali sekedar mengingat saat aku & de’ Rara harus ditinggalkan di jakarta – berdua saja – untuk menjalani masa pendidikan, beberapa bulan)

Okey, kali ini bunda akan mengajarkan pada mu tentang arti kesendirian. Baiklah nak, sudah beberapa hari ini ayah pergi sendiri, jauh dari kita berdua – untuk sebuah tugas. Tentunya hal itu akan membuat kita kehilangan dan kesepian. Dan, dalam kesendirian kita, kau selalu protes lewat aksi-aksi kecilmu yang terkadang menjadi berlebihan. Kau selalu ingin menelpon-ngobrol banyak-dan yang membuat bunda begitu kasihan pada mu, di saat kau tertidur pulas, tiba-tiba terjaga dari tidurmu, dan langsung menanyakan keberadaan ayah. “Bun, kalau ayah ga pulang, gimana ya bun ?!”, begitu tanyamu. Nak, bunda sangat tahu apa yang kau rasakan. Tapi sabar ya dik. Ini tidak selamanya. Hadapi penundaan ini dengan sabar dan ikhlas serta dengan keyakinan yang utuh, pasti suatu hari nanti ayah akan pulang membawa kebahagiaan, tentunya buat kita semua. Makanya, kesendirian bukan kesedihan. tapi kebahagiaan yang tertunda, kebersamaan yang tertunda ! makanya, sabar ya nak dengan penundaan ini. Kalau adek menjadi sedih, cemas apalagi khawatir boleh saja, tapi yang terpenting semua harus bisa dimaklumi. Memang kita akan menjadi begitu sulit menerima kondisi-kondisi di saat kita ditinggalkan oleh orang-orang yang kita sayangi. Tapi dik, justru pada kondisi seperti ini kita dituntut untuk mengasah lebih peka lagi tentang kemandirian kita, kesendirian yang tentunya lebih berkualitas. Bukan kemudian kita menjadi orang yang tak berdaya, lemah dan terpuruk. Kenapa ? karena kita tidak bisa kuat, mandiri dan selalu terbebani dengan perasaan-perasaan yang hanya akan membuat kita cengeng, mudah menyerah, pasrah dan kalah. Kita bukan manusia seperti itu kan dik ?! Dan, terlebih lagi…. kita bukan cicak yang ada di dinding rumah kita itu kan dik, yang sendiri dan terasing itu ?? Kita bukan cicak itu kan dik ?!!!!!!!

Sehari bersama Billy

sorry, aqu bobo' dulu ya..

sorry, aqu bobo' dulu ya..

aqu da bangun niy....

aqu da bangun niy....

cilluuukk ba.... hi..hik..hik..hik

cilluuukk ba.... hi..hik..hik..hik

hehe... mau karnaval dik?!

hehe... mau karnaval dik?!

Special 4 u my dear Kirana & Billy…

Kakak Rara & Billy...

Kakak Rara & Billy...

Mari dik, kita renungkan…

Gerak waktu, memberi ruang bathin untuk sejenak berpikir.. akankah menjadi untaian makna, atau hanya sekedar datang dan pergi tanpa tanya, pun tak ada jawaban. Tapi tidak untuk kamu ya dik…. Terlalu banyak hal yang kau pertanyakan, sehingga terkadang bunda sulit untuk menemukan jawaban yang sesuai dengan pemahaman anak se-usiamu. Bunda hanya bisa berdo’a, Jadilah seperti anak panah yang melesat cepat ‘tuk sampai pada tujuan yang kau inginkan. Jadikan Ayah dan bunda sebagai busur, yang akan melepaskanmu untuk sampai pada tujuan dan harapan yang kau cita-citakan nanti. Amien.

Ya rabbi, hanya kepada-Mu kami memohon. Di dalam keheningan hati dan kepasrahan yang mendalam, sujud syukur kami tujukan pada-Mu. Kami telah diberikan sebuah keluarga yang mendamaikan, menyejukkan dan menentramkan hati masing-masing di antara kami.

Ya rabbi, ma’afkan kami yang terkadang sombong dan melupakan karunia yang telah Engkau berikan pada kami.

kini tentang cinta..

Tuhanku…

Aku ingin cintaku seperti :

matahari kepada bumi yang menghidupi

malam kepada siang yang mendamaikan

embun kepada rerumputan yang menyegarkan

air kepada pasir yang mengaliri

denyut nadi kepada tubuh ini…. terus tiada henti !

« Entri lama
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.